23 TAHUN LEMBAGA KANTOR BERITA KALIMANTAN (LKBK) 19 Desember 2002 - 19 Desember 2025 "MITRA ANDA MEMBANGUN NEGERI"

Kabar65News

Menembus Peradaban

Penyakit Kardiovaskular Tempati Posisi Lebih Tinggi Daripada Penyakit Menular di Seluruh Dunia

KETAPANG – Angka kematian karena kardiovaskular adalah 30% dari semua penyebab kematian (laporan WHO 2004). Terjadi 1 kematian setiap dua detik, serangan jantung setiap lima detik dan akibat stroke setiap enam detik.

Hal itu disampaikan, Harto, SE, M.Si selaku Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, Kalbar, dalam sambutannya pada Seminar Kesehatan Lintas Organisasi Profesi Kesehatan dengan tema “Kegawatdaruratan Penyakit Sistem Kardiovaskular” di Hotel Borneo Emerald, Sabtu (09/12/2017) pagi.

Selanjutnya dikatakan Harto, diperkirakan kematian global akibat penyakit kardiovaskular mencapai sekitar 25 juta pada tahun 2020. Penyakit kardiovaskular menempati posisi yang lebih tinggi di atas penyakit menular sebagai penyebab kecacatan terbesar di seluruh dunia.

“Penyakit ini merupakan penyakit yang umumnya terbatas pada orang dewasa dan orang tua terutama yang berusia 60 tahun ke atas, karena usia juga merupakan salah satu faktor risiko terkena penyakit kardiovaskuler, namun hal yang mengkhawatirkan adalah kecenderungan terdapat semakin banyaknya orang-orang usia muda yang menderita penyakit ini di seluruh dunia. Hal ini bisa terjadi karena adanya perubahan gaya hidup. Sejumlah perilaku seperti mengkonsumsi makanan siap saji (fast food), makanan berkadar lemak jenuh tinggi, kebiasaan merokok, minuman beralkohol, kerja berlebihan, kurang berolah raga, dan stress”, ungkap Harto.

Untuk itu lanjut Harto, bahwa pentingnya upaya promosi kesehatan, karena penyakit kardiovakular dapat dicegah dengan gaya hidup sehat. Upaya kecil yang dapat dilakukan individu untuk terhindar dari penyakit kardiovaskuler seperti olah raga minimal 30 menit setiap hari, diet makanan sehat dan tidak merokok.

“Diharapkan kedepannya semua profesi tenaga kesehatan dapat meningkatkan upaya promotif dan preventif tentang upaya hidup sehat. Terutama dokter, tidak hanya memberikan obat kepada orang yang didiagnosa penyakit kardiovaskular. Padahal ada hal yang tidak kalah penting untuk diingatkan tentang perubahan gaya hidup, agar penyakitnya tidak makin parah. Upaya promosi kesehatan menjadi penting, karena penyakit kardiovaskuler jika tidak dikendalikan dari sekarang akan memberikan beban kesakitan, kecacatan dan beban sosial bagi keluarga, masyarakat dan negara”, kata Harto.

Harto juga beharap semoga semoga seminar yang digelar tersebut dapat membantu meningkatkan informasi/pengetahuan dari semua profesi kesehatan dalam menghadapi kasus kegawatdaruratan penyakit kardiovaskuler, sehingga dapat membantu pemerintah dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian karena penyakit kardiovaskuler.

“Selain itu kegiatan seperti ini tidak sampai disini, tetapi dapat berlanjut dengan materi-materi yang lain mengikuti trend penyakit ataupun masalah kesehatan yang sedang kita hadapi. Untuk itu, kepada seluruh peserta seminar, saya berharap agar kesempatan ini dapat dipergunakan sebaik-baiknya dalam menggali ilmu dan saling bertukar informasi dalam upaya peningkatan kemampuan dan profesionalisme”, harap Harto.

Selain itu Harto juga sangat megapresiasi kerja sama antar profesi kesehatan dengan kekompakan, kebersamaan membangun dari aspek kesehatan maka upaya mewujudkan visi Mewujudkan Kabupaten Ketapang yang maju melalui misi Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia dapat berjalan lebih optimal.

Seminar yang berlangsung selama satu hari itu dihadiri oleh Direktur Rumah Sakit Umum Fatima, Direktur Rumah Sakit Bersalin Permata Bunda, Para Kepala Bidang di Lingkungan Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas, Ketua Organisasi Profesi Kesehatan: IDI, PDGI, PPNI, IBI,PATELKI, PAFI, IAI, PTGMI, HAKLI, PERSAGI; Mitra Kerja Kegiatan HKN (Hari Kesehatan Nasional) Tahun 2017.***(Halim Anwar/k65news).

Gambar : Documen pantia untuk kabar65news

_______

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”

______

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *