Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila di Ketapang

KETAPANG – Mewakili Bupati Ketapang, Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang Repalianto, S.Sos.,M.Si membuka kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila yang diselenggarakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Kamis (07/08/2025) di Hotel Aston Ketapang.

Membacakan sambutan tertulis Bupati, Sekda menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada
BPIP dan DPR RI, atas kepercayaannya untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi ini di Kabupaten Ketapang.
“Ini merupakan suatu kehormatan sekaligus peluang emas bagi masyarakat Kabupaten Ketapang untuk lebih memahami dan memperkuat nilai-nilai dasar negara yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni pancasila,” ujarnya.

Sebagaimana kita ketahui bersama, pancasila adalah dasar negara, ideologi nasional, serta jati diri bangsa indonesia.
Pancasila menurut Sekda, tidak hanya menjadi pedoman kehidupan dalam berbangsa dan bernegara, tetapi juga merupakan perekat kebhinekaan kita di tengah masyarakat yang sangat majemuk, baik dari segi suku, agama, budaya, maupun bahasa.

“Dalam konteks inilah kegiatan sosialisasi seperti hari ini menjadi sangat penting. Sosialisasi ini bukan hanya bentuk formalitas, melainkan momentum untuk menyegarkan kembali kesadaran kolektif kita terhadap nilai-nilai pancasila yang hidup, membumi, dan relevan dengan tantangan zaman,” tegasnya.
Sekda menambahkan bahwa Kabupaten Ketapang merupakan salah satu daerah yang sangat plural dan dinamis. Keberagaman masyarakat di Ketapang adalah kekayaan sekaligus kekuatan.

“Untuk itu, kami di Pemerintah Daerah berkomitmen untuk menjadikan pancasila sebagai landasan dalam setiap aspek pembangunan daerah. Pancasila harus hadir dalam kebijakan publik, dalam tata kelola pemerintahan, serta dalam relasi sosial antar warga,” ucapnya.

Namun lanjut Sekda, di era globalisasi dan arus informasi yang begitu deras seperti saat ini, kita menghadapi berbagai tantangan yang dapat menggerus nilai-nilai luhur pancasila. Paham-paham radikalisme, intoleransi, individualisme, serta pengaruh negatif media sosial sangat mungkin menyusup ke dalam kehidupan masyarakat, terutama generasi muda kita.***(adv/k65news).
Editor : M.Fahrozi.
_______________
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”


