23 TAHUN LEMBAGA KANTOR BERITA KALIMANTAN (LKBK) 19 Desember 2002 - 19 Desember 2025 "MITRA ANDA MEMBANGUN NEGERI"

Kabar65News

Menembus Peradaban

Pendekar Wira Utama Alexander Wilyo Resmi Buka Festival Pencak Silat Tradisional 2025 di Tanjungpura

TANJUNGPURA – Suasana semarak dan penuh semangat membaur di Lapangan Desa Tanjungpura, Kecamatan Muara Pawan, Minggu 10 Agustus 2025, saat Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP.,M.Si resmi membuka Festival Pencak Silat Tradisional Tahun 2025. Acara ini dipimpin langsung, Bupati Alexander Wilyo yang juga sebagai Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kalimantan Barat, dengan gelar kehormatan Pendekar Wira Utama.

Festival tingkat Kabupaten Ketapang ini telah menjadi agenda tahunan sejak saya gagas tiga tahun lalu. Tahun demi tahun, penyelenggaraannya semakin meriah, menjadi bukti antusiasme masyarakat dalam menjaga dan mengembangkan seni bela diri tradisional yang menjadi kebanggaan bangsa.

“Semoga melalui festival ini, kita semakin bersemangat dan termotivasi untuk menjaga tradisi leluhur serta budaya yang diwariskan, khususnya pencak silat, gendang tar hadrah, dan tarian tradisional,” kata Bupati Alexander Wilyo dalam sambutannya.

Bagi saya, lanjut Pendekar Wira Utama Alexander Wilyo, pencak silat tradisional bukan sekadar olahraga bela diri, tetapi bagian dari jati diri dan identitas bangsa.

“Silat melekat dengan budaya kita. Ia adalah warisan, kehormatan, dan harga diri yang harus kita rawat. Adat, budaya, dan tradisi adalah jati diri dan harga diri kita”, ungkapnya.

Disanpaikan Alexander Wilyo, bahwa tahun ini, festival didedikasikan untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-80.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Ketua DPRD Kabupaten Ketapang, Dandim 1203, Sekretaris Daerah, para Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, pimpinan OPD, anggota DPRD Dapil 1 Rion Sardi, tokoh paguyuban etnis, Camat Muara Pawan, unsur Forkopimcam, Ketua IPSI Kabupaten Ketapang, barisan pendekar, tokoh agama dan masyarakat, sesepuh perguruan silat, serta para kepala desa.

Dalam kesempatan itu, Bupati Alexander Wilyo menawarkan kepada para kepala desa yang hadir untuk mengusulkan diri sebagai tuan rumah Festival Pencak Silat Tradisional 2026, dengan waktu pengajuan selama tiga hari. Dirinya juga menekankan bahwa pencak silat tradisional memiliki ruang tersendiri di hati masyarakat.

“Silat tradisional menjangkau hingga ke pelosok kampung dan hadir dalam berbagai kegiatan adat, termasuk pernikahan. Pencak silat hidup, tumbuh, dan berkembang seiring napas kehidupan masyarakat”, ujar Pendekar Wira Utama Alexander Wilyo.

Sebagai Ketua Umum IPSI Kalbar, Alexander Wilyo menyebut bahwa menjaga dan membangkitkan pencak silat adalah amanah dari para pendekar.

“Pencak silat adalah satu-satunya tradisi bela diri asli bangsa Indonesia. Mari kita bumikan pencak silat hingga mampu berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional”, ajaknya.

Selain festival ini, Bupati juga merencanakan Jambore Pencak Silat se-Kabupaten Ketapang pada Oktober mendatang untuk memeriahkan HUT TNI ke-80. Mengakhiri sambutannya, Bupati Alexander Wilyo menyucapkan selamat berkompetisi kepada para pendekar. Junjung tinggi sportivitas, persaudaraan, dan kehormatan, serta jadikan ini ajang silaturahmi.

Di sela acara, Bupati Alexander Wilyo turut menyinggung kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) yang baru saja ditutup di Kecamatan Sei Laur, dengan penyerahan tuan rumah berikutnya kepada Kecamatan Muara Pawan.

Menanggapi permohonan Putra Penyangga Tanjungpura terkait pelaksanaan MTQ di Desa Tanjungpura atau Desa Mayak, Bupati menegaskan, bahwa LPTQ akan melakukan kajian sebelum diputuskan.

“Hasil keputusan LPTQ tentu akan menjadi keputusan saya.”pungkas Bupati Alexander Wilyo.***(adv/k65news).

Editor : M.Fahrozi.

_______________

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *